7s.
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Apocalyptic and Dystopian
War and Military
Cyberpunk
"Tujuh detik bisa mengubah segalanya." Tisa (T-09) bisa melihat tujuh detik masa depan. Dan dalam tujuh detik itu, ia melihat kepalanya hancur tertimpa reruntuhan, sementara teman-temannya tewas dibantai di dalam laboratorium tempat mereka dibesarkan. Memilih kabur adalah keputusan instan yang mereka ambil. Namun, di luar laboratorium O.R.C.A, dunia sudah distopia. Mereka difitnah sebagai teroris, dijebak dalam perang politik, dan dipaksa saling berhadapan ketika kekuatan mereka mulai lepas kendali. Ketika prediksi masa depan tidak lagi pasti dan rasa percaya di antara mereka mulai retak, ke mana mereka harus berlari saat seluruh kota memburu mereka?
All Rights Reserved
#279
militer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • I Am In Novel?!!
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines