Di Balik Pintu Kelas

Di Balik Pintu Kelas

  • WpView
    přečtení 54
  • WpVote
    Hlasy 17
  • WpPart
    Části 2
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno čtv, čvc 23, 2026
Demi berbakti pada ibunya yang sakit, Amira rela melepas pekerjaan impian dengan gaji besar di sekolah elit kota. Dia pikir mengajar di desa akan jauh lebih sederhana. Dia salah. Semuanya bermula dari seorang murid perempuan yang selalu bersembunyi di balik pintu kelas, membawa trauma tersembunyi dan luka lebam di tubuhnya. Amira mencoba mengulurkan tangan untuk menolong. Namun, di tempat barunya ini, kebaikan adalah ancaman. Penyelidikan Amira justru menyeretnya ke dalam masalah pelik yang mengancam karier dan nama baiknya. Kini, ia dituduh memfitnah sekolah tempatnya mengabdi. Ketika semua orang berbalik memusuhi, ke mana Amira harus mencari keadilan?
Všechna práva vyhrazena
#241
trauma
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Auto Save!
  • Dinginmu, Canduku
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Your Auntie
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Nada Kehidupan Seorang Agam[COMPLETE]
  • MOMMY || Hyeonkeon
  • Lysander Lowell De Villiers

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu