A Fox Beneath The Crown

A Fox Beneath The Crown

  • WpView
    Reads 9,296
  • WpVote
    Votes 1,162
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Istana Kerajaan Timur tidak pernah terasa hangat. Dinding marmer yang dingin, lorong sunyi, dan tatapan takut para pelayan selalu mengikuti langkah Raja yang dikenal kejam, dingin, dan tak peduli pada siapa pun selain kerajaannya. Sampai seekor rubah emas muncul di hidupnya. Awalnya semua mengira hewan terluka dari Hutan Ilusi itu hanya akan tinggal sementara. Namun hari demi hari berlalu, dan rubah kecil berbulu emas itu justru selalu berada di sisi Raja tidur di kamarnya, makan dari tangannya, bahkan berbaring malas di singgasana tanpa ada yang berani mengusirnya. Dan yang paling mengejutkan... Raja membiarkannya. Sejak kehadiran rubah itu, Raja perlahan berubah. Kemarahannya kini muncul bukan karena harga diri, melainkan karena takut kehilangan makhluk kecil yang terus membuat masalah itu. Sementara Haechan, sang siluman rubah, perlahan mengenal dunia manusia yang ternyata tidak seburuk cerita para tetua hybrid. Di balik sikap dingin dan posesifnya, Mark tidak pernah benar-benar menyakitinya. Tatapan tajam yang ditakuti semua orang selalu berubah lembut setiap melihat Haechan. Tanpa keduanya sadari, hubungan aneh antara Raja manusia dan siluman rubah itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar rasa penasaran.
All Rights Reserved
#155
markhyuck
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  •   My Switched Daughter END
  • Just let me live, Duke!
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • Shaenette: Skenario Kedua

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines