Para dewa memberinya hati sesuci teratai namun mengutuknya sebagai penjelmaan Dewi Alakshmi, setiap pijakan Ayana mengubah kehidupan menjadi abu. Diikat di tiang pembakaran demi mendatangkan hujan, ia memejamkan mata menanti ajal. hingga seorang pangeran angkuh membelah lautan api hanya untuk menggenggam tangannya. Bumi bergetar dan matahari padam seketika. Duryudana tidak menuntut Ayana menyuburkan bumi, ia justru memahkotainya dengan mawar hitam "Mengapa memohon pada dewa pencipta jika sang penghancur bertekuk lutut padamu?" . . . . Dari cerita ini kita akan melihat duryudana dari prespektif lain, sosok yang juga manusia dengan perasaan meski terkadan ego yang membimbingnya, maka peran ayana lah yang akan menjadi hati untuk membimbingnya di masa terkelam. . . . Disclamer Alur bakalan berjalan lambat jadi nikmati secara tenang happy reading_izume^^ (Maaf kalo jarang up)
More details