Becoming Sherly

Becoming Sherly

  • WpView
    LECTURAS 204,121
  • WpVote
    Votos 10,727
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 13, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Friends to Lovers
Fantasía
"Apa kalo gue nggak ada, mereka bakal lebih bahagia?" Hening. Tidak ada jawaban. Air mata yang keluar dari sudut matanya larut bersama air di sekelilingnya. Nala menghela napas lagi. Tubuhnya terasa lelah. Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi lelah karena bertahun-tahun berusaha menjadi seseorang yang layak dicintai.
Todos los derechos reservados
#49
absurd
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Mulih (END)
  • PENGASUH PARA TOKOH SAKIT JIWA
  • Círculo del Destino
  • The Antagonist's Mission to Escape the Novel Plot (END)
  • Pretty Crazy
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Transmigration of the Female Antagonist's Brother's Wife
  • I Wake Up As An Antagonist's Maid (Selesai)
  • Crimson Midnight
  • EINSTEIN [END]
  • Second Life : Bring Me Back To You (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • The Unclaimed Role
  • Sweetly Tied
  • The Last Yes!
  • Menjadi Figuran
  • The Memory She Lost
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido