Diantara 2 kamar

Diantara 2 kamar

  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
menceritakan tentang Hendra pratama, anak kuliah yang tinggal satu atap di lantai dua dengan Rizki alfarez, si bocah SMP yang pendiam dan pemalu. Setelah beberapa hari Hendra tinggal di rumah Rizki, Hendra mulai merasa ada yang aneh dengan perilaku Rizki. Awalnya Hendra risih dengan perilaku yang aneh Rizki, tetapi lama kelamaan Hendra mulai menikmati keanehan tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bayang-Bayang di Balik Selimut
  • obsession
  • Mengagumi Papah
  • Berbagi Cerita Denganmu
  • Bocah 🔞
  • Kisah Masa Lalu
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • Auto Save!
  • Bandung Undercover
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • desa kawitan [END]
  • Anak yang terlupakan
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Secret Relationship
  • Kisah Asrama
  • Bocah Manis Diseberang Sungai
  • ELIAN

Di balik setiap tatapan mata, tersimpan ribuan kisah yang tak terucap. Kisah ini adalah upaya saya mengais-ngais pecahan memori masa lalu-sebuah otobiografi yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan sedikit bumbu fantasi untuk mengisi celah-celah waktu yang telah lama pudar. Ini bukan sekadar kisah tentang orientasi seksual yang menyimpang, melainkan perjalanan panjang seorang anak yang kehilangan arah di tengah labirin nafsu dan trauma. Dari lorong-lorong gelap Senen di era 70-an, hingga kesunyian kostan di Bandung, saya mencoba menelusuri jejak monster yang telah lama menghuni di dalam diri. Semua nama dan identitas telah diubah untuk melindungi privasi pihak-pihak yang terlibat. Ini adalah pengakuan seorang manusia berdosa, yang mencoba memahami mengapa ia menjadi seperti sekarang. "Kadang, kegelapan adalah tempat paling nyaman untuk bersembunyi, hingga akhirnya kita menyadari bahwa kita telah menjadi bagian dari kegelapan itu sendiri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines