"Skenario itu untuk dibaca, bukan untuk dijadikan beban hidup."
Bagi Audrey, hidup adalah tentang presisi. Sebagai aktris paling perfeksionis di Silveridge, ia memiliki standar yang tidak bisa ditawar: satu detik keterlambatan adalah dosa, dan satu derajat kemiringan wajah yang salah saat akting adalah bencana. Ia adalah "The Human Manual"-sempurna, kaku, dan tidak tersentuh. Hidupnya adalah garis lurus yang ia gambar sendiri dengan penggaris besi.
Namun, semua garis itu mendadak bengkok saat ia dipertemukan dengan Nathaniel.
Nate adalah antitesis dari semua prinsip Audrey. Ia adalah aktor jenius yang karismanya dianggap keajaiban, namun kepribadiannya adalah mimpi buruk bagi keteraturan. Nate jarang menghafal naskah, sering telat merespons karena hobi loading lima detiknya, dan memiliki satu kebiasaan buruk yang paling dibenci Audrey: merusak tatanan rambut mahalnya dengan elusan kepala yang santai.
Di tengah sorotan lampu Silveridge, ancaman masa lalu Nate yang kelam mulai membayangi, sementara skandal palsu yang diciptakan agensi mulai menguji loyalitas mereka. Audrey harus memilih: tetap bertahan dalam skenarionya yang sempurna, atau membiarkan Nathaniel mengajarinya bahwa cinta yang paling nyata justru terjadi saat kita berani membiarkan segalanya menjadi berantakan.
Sebab terkadang, kebahagiaan tidak ditemukan dalam hitungan sudut empat puluh lima derajat, melainkan dalam tangan yang mengelus kepalamu saat dunia terasa terlalu berat.
All Rights Reserved