GODSPEED | Right Person Wrong Time
Sepuluh tahun di kota Seoul telah membentuk Watanabe Haruto dan Kim Junkyu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Haruto adalah arsitek muda yang kaku, rasional, dan penuh tanggung jawab, sementara Junkyu adalah kepala tim divisi kreatif yang ceria, penuh keterikatan emosional, namun sering kali terperangkap dalam pikirannya sendiri (overthinking). Hubungan domestik mereka yang hangat adalah definisi dari sebuah "rumah".
Namun, segalanya retak secara halus ketika Haruto menerima tawaran kontrak kerja jangka panjang impiannya di London. Dihadapkan pada realitas bahwa Junkyu tidak bisa meninggalkan karier serta ibunya di Korea, kompromi menemui jalan buntu. Sadar bahwa memaksakan salah satu untuk mengalah hanya akan menumbuhkan racun penyesalan, mereka mengambil keputusan paling dewasa sekaligus paling berdarah-darah: berpisah secara baik-baik tepat di garis kuning imigrasi Bandara Incheon. Sebuah gelang perak berisi koordinat apartemen lama mereka menjadi satu-satunya saksi bisu pelepasan cinta sepuluh tahun tersebut.
Tujuh tahun berlalu dalam kesunyian tanpa komunikasi. Haruto telah menaklukkan ambisi internasionalnya di Eropa, dan Junkyu telah tumbuh menjadi pria mandiri yang berhasil menyembuhkan lukanya di Seoul. Ketika takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali secara tidak sengaja di sebuah kedai kopi Jongno-gu saat hujan reda, mereka menyadari bahwa waktu yang dulu menjadi musuh terbesar kini telah bergerak selaras. Gelang koordinat itu kembali melingkar di tempatnya yang sah, membuktikan bahwa waktu tidak pernah menghancurkan cinta yang matang-ia hanya menempa mereka agar siap berjalan ke satu arah yang sama.