Target cerita ini adalah, mengubah paradigma terhadap banyak hal, menjadikan pembaca melihat diri sendiri dan dunia dengan perspektif yang lebih luas...
Mereka lahir di rumah sakit yang sama, di hari yang sama, seolah hidup sudah lebih dulu menulis pembuka kisah mereka sebelum keduanya mengerti apa-apa.
Mereka tumbuh bersama-dari tangis bayi, tawa masa kecil, hari-hari sekolah, sampai diam-diam saling mengenal luka dan cara bertahan masing-masing. Namun hidup tidak selalu membuat dua orang tetap berada di jarak yang sama. Ada masa mereka dekat, lalu menjauh. Bertemu lagi, lalu terpisah lagi. Seperti dua garis yang kadang bersisian, kadang berjarak, tapi tidak benar-benar kehilangan arah pulang.
TERUNTUK DIRIKU bukan cerita tentang konflik besar yang menguras air mata. Tidak ada perebutan cinta yang rumit, dendam keluarga yang kelam, atau luka yang dipaksa dramatis. Ini adalah cerita ringan tentang tumbuh, menerima diri, memaafkan masa lalu, dan menemukan bahwa tidak apa-apa berjalan pelan.
Lewat Arga yang hangat dan kocak, serta Nanda yang lembut namun terus belajar kuat, kisah ini hadir untuk menghibur hati, menemani hari yang lelah, dan mengingatkan bahwa kesehatan mental juga butuh ruang untuk bernapas.
Sebab terkadang, yang paling sulit bukan mencintai orang lain-
melainkan menerima diri sendiri tanpa merasa harus menjadi siapa-siapa.
Todos los derechos reservados