Cerita ini berpusat pada Adrian Vance Adriano, seorang pemugar seni muda berusia 26 tahun yang memiliki kemampuan genetik langka Tetrachromacy, yang memungkinkannya melihat jutaan gradasi warna yang tak kasat mata bagi orang awam. Saat merestorasi sebuah lukisan tua berjudul "The Silent Muse", Adrian menemukan kompartemen rahasia di balik panel kayu lukisan tersebut yang berisi selembar kain linen kuno berusia lima ratus tahun peninggalan Leonardo da Vinci
Kain linen tersebut berisi pesan rahasia yang ditulis dengan teknik mirror writing (tulisan cermin) dan pigmen tersembunyi yang hanya bisa dibaca oleh pemilik mata sejati seperti Adrian. Pesan tersebut mengungkap bahwa Adrian adalah pewaris darah kuno Da Vinci yang ditakdirkan untuk mengungkap rahasia yang selama ini dilindungi oleh organisasi rahasia bernama Ordo Mata Sejati (The Order of the True Eyes).
Pelarian Adrian dimulai ketika ia diburu oleh agen-agen organisasi tersebut yang berkedok di balik institusi sains dan museum. Dalam pelariannya, ia ditemani oleh Dr. Valerie Sterling, kurator museum yang awalnya skeptis namun akhirnya menjadi sekutu terdekatnya. Bersama dengan bantuan seorang sosok misterius bernama Lorenzo, mereka melintasi batas waktu dan dimensi untuk mengungkap jati diri Adrian yang sebenarnya serta mengamankan artefak kuno yang mampu meretas realitas.
Dunia Adrian yang semula tenang berubah menjadi medan perang di mana sejarah, sains, dan takdir bertabrakan. Ia harus berpacu dengan waktu untuk memecahkan kode-kode fraktal Da Vinci sebelum fajar ketiga tiba, jika tidak ingin rahasia besar keluarganya terkubur selamanya dan sejarah dunia diubah oleh mereka yang haus akan kekuasaan.
Todos los derechos reservados