halilintar

halilintar

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
"Menangislah, Kak. Petir juga boleh retak, dan aku di sini untuk menjagamu." Selama ini, Halilintar selalu dipaksa menjadi tameng yang kokoh. Dia menyembunyikan setiap luka dan retakan di hatinya di balik gemuruh yang menakutkan, agar semua orang mengira dia baik-baik saja. Namun, berpura-pura kuat sendirian ternyata perlahan membunuhnya dari dalam. Saat Halilintar berada di titik terendahnya dan siap untuk hancur berkeping-keping, Gempa datang. Bukan untuk menuntutnya kembali berdiri, melainkan untuk mendekapnya dengan hangat dan mengobati luka yang selama ini disembunyikan. Sebuah kisah tentang rapuhnya sang petir dan pelukan tulus sang bumi yang menyatukan kembali kepingan yang retak.
All Rights Reserved
#806
sad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Redemption [COMPLETED]
  • Akang Jenderal [END]
  • Natala Arya
  • MY EX-RIVAL (Lengkap)
  • I swear, I fell [𝐁𝐋]
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove
  • Talk to us, Ducky boy's! | Transmigrasi
  • Love After Hate

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines