Lunch for One🍱 [END]

Lunch for One🍱 [END]

  • WpView
    Reads 2,171
  • WpVote
    Votes 922
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 1, 2026
DILARANG PLAGIAT! *Tukang copy jauh-jauh yaa(⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) 🍱🍙Selamat datang para pembaca. Nikmati waktu membaca kalian ya🍙🍱 Bagi Yura, dini hari adalah waktu sakral untuk meracik mahakarya: sebuah kotak bekal yang ditata serapi dan secantik mungkin. Namun, kerja kerasnya buyar saat jam istirahat pertama berbunyi dan bekalnya raib tanpa jejak. Di tengah kepanikan, sebuah notifikasi masuk dari Aksa, cowok menyebalkan yang dulu ia kenal lewat seleksi OSN. "Bekal gue kenapa diambil?!" "Enak sih. Lo pelit, gue minta dikit aja nggak boleh. Yaudah, gue ambil sekotak aja sekalian." "BEGO!" Berawal dari pencurian kotak bekal, Yura harus menghadapi hari-hari sekolah yang mendadak penuh gangguan dari si genius yang super usil. Namun, saat adu mulut dan aksi kejar-kejaran memperebutkan kotak makan menjadi rutinitas baru mereka, Yura mulai sadar... yang dicuri Aksa ternyata bukan cuma bekalnya saja. ✿ Ver. au ada di tt yaaa @bxntangg_ ✿ Follow akun IG ku juga yaa @bxntangg_ ✿ jangan lupa pencet vote nyaaa, enjoyyy🍙🍱🌷
All Rights Reserved
#4
foryou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Crimson Kimono of Michiko
  • Empat Bulan yang Lalu
  • Perhaps Soulmate (End) ✔
  • The Lady Escort [TELAH TERBIT]
  • I NEED YOU, MY DEAR √
  • Kepingan yang Hilang
  • Leobra ✔️
  • Panca dan Petaka Sumur Tua
  • Mufaisha Nurpati
  • Trapping Mr. Mahmoud

Aku, Michiko, seorang Geisha terkenal, selalu menyadari bahwa dunia hiburan ini dipenuhi godaan para donatur dan intrik mematikan. Persaingan sengit antar sesama Geisha membuatku selalu waspada. Namun, di balik riasan tebal dan senyum yang selalu kupasang, tersimpan kesepian yang mendalam-kesepian yang hanya terobati oleh kehadiran Abi Satya. Suatu hari, aku bertemu Abi Satya, seorang budak dengan senyum yang menenangkan. Cinta kami, seperti bunga teratai yang mekar di tengah lumpur, tumbuh subur. Namun, kebahagiaan itu hanya sementara. Tuan Muda, majikan Abi Satya, yang selama ini diam-diam mengagumiku, mengetahui hubungan terlarang kami. Bukan hanya kecantikan, tetapi juga keanggunan dan kecerdasanku menarik perhatiannya. Ia terobsesi padaku, menginginkan aku sepenuhnya. Suatu sore yang mencekam, ia memerintahkan anak buahnya untuk mencambuk Abi Satya hingga tak berdaya di hadapanku. Jeritanku menggema, membelah kesunyian sore itu. Sementara aku hanya bisa menyaksikan, tanpa tahu harus berbuat apa. Kesepian yang dulu pernah terobati kini kembali mencengkeramku, lebih dalam dan lebih pedih. Aku meratapi kematian Abi Satya, cintaku yang direnggut paksa. Kini, aku, Michiko, menjadi tawanannya. Namun, aku tidak akan menyerah. Aku mengandalkan kecantikan dan kecerdasanku untuk menjadi senjata. Dalam masa tawanan ini, aku akan mempelajari kebiasaan dan kelemahannya. Merajut rencana, menggunakan setiap kesempatan, untuk membalas dendam, dan mendapatkan keadilan untuk Abi Satya. Ia mungkin telah merebut cintaku, tetapi ia tidak akan pernah merebut jiwaku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines