Jejak Dosa, Jejak Cinta

Jejak Dosa, Jejak Cinta

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
"Kamu hidup. Dia mati. Karena kamu." Itu satu-satunya hal yang Ririn katakan pada Kaivan Ardhana setelah pacarnya tewas menyelamatkan nyawa pria kaya itu. Kaivan tak bisa menyangkal. Sebagai tebusan, ia memaksakan diri menjadi pelindung Ririn-sebuah penjara berlapis emas yang membuat Ririn muak.Di antara gosip miring, intrik bisnis, dan bayangan Alvarez yang tak pernah pergi, dua jiwa yang terluka ini terjebak dalam permainan berbahaya. Apakah ini awal dari penebusan dosa, atau awal dari kehancuran total?
All Rights Reserved
#904
novel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Cruel Of Antagonist
  • After All This Time [REVISI] ✓
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Nameless Figuran
  • CONTROLLED CHAOS
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • The Servant [James Harem]

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines