Something Between Us

Something Between Us

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup selalu memberi pilihan tapi bagaimana jika pilihan itu adalah suatu jebakan yang diberikan oleh takdir? Sebagai manusia tentunya yang kita inginkan adalah hidup dengan sempurna bukan? Dikelilingi keluarga suportif, sahabat yang selalu menemani, cinta yang tulus. Tapi bagaimana jika takdir hanya hanya bisa memberikan salahsatunya? Vaiza berfikir bahwa hidupnya saat ini sudah sangat lebih dari cukup, tapi nyatanya itu hanya ilusi, sejak kecil selalu ditekan harus mewujudkan impian orang tuanya dipaksa melupakan mimpinya sendiri. Hanya satu sahabat yang selalu ada untuknya walau sang sahabat yakni Zahra sebenarnya tidak terlalu menganggap Vaiza sahabatnya. Tapi sayangnya semua hal yang ia pikir cukup diberikan oleh takdir malah sedikit demi sedikit menghilang meninggalkan abu-abu, kabut hingga membuat Vaiza merasa sendirian. Hingga akhirnya dia mengenal seorang lelaki dengan sikap dingin bak kutub Utara ya dia adalah zaylan. Setiap ia menemukan secercah cahaya dari abu-abu esoknya selalu datang kembali kabut yang membuat hidupnya kembali buram, sebuah kebenaran tak terduga terungkap tanpa aba-aba. Akankah Vaiza menemukan cahaya atau malah tersesat semakin dalam hingga tak tau arah pulang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Mulih (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines