SIDANG PLENO TERAKHIR

SIDANG PLENO TERAKHIR

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
Sidang Pleno Terakhir - Sidang penentuan antara kebenaran dan kekuasaan. Siapa yang akan menang ? Siapa yang akan menduduki tahta ? Problematika dunia kampus dengan latar belakang ironis dari pihak-pihak yang terlibat. Azelia bersama kelima rekannya harus berusaha untuk memutus rantai kehancuran dari kekuasaan para tikus tikus beracun. Sudah kotor. Buruk. Beracun pula. Perjuangan yang tidak sebentar. Perjuangan yang kini mendapatkan sedikit kesempatan untuk bisa - semoga. Akankah azelia dan kelima rekannya sanggup menjinakan kobaran api yang sudah melahap hampir keseluruhan Fakultas kebanggaannya ? Atau mereka akan menjadi deretan penikmat jabatan yang lupa akan daratan ? . . . thank u for your support - don't forget to : - vote - comment - share [segela aspek menyeluruh bersumber dari pikiran penulis "QUENTFEBRY" tanpa ada campur tangan dari pihak manapun]
All Rights Reserved
#19
perjuangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • SALAH OBAT
  • ANOTHER TRACY
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Heyu : Second Gear
  • ISTRI SELINGAN
  • Side Character Syndrome
  • Ervan Carolline
  • The Last Antagonis
  • LORENZO

Dia dibuang oleh darahnya sendiri. Diselamatkan oleh musuh keluarganya. Diawasi oleh bayang-bayang masa lalunya. Nealine Drakfire. Putri dari organisasi pembunuh paling ditakuti: Wolven. Dalam satu malam, ia difitnah, diburu, dan dinyatakan mati. Tujuannya hanya satu: Menjadi gadis normal yang hobi makan es krim. Dan demi mencapai tujuan itu ia harus menumpahkan bayak darah. Tetapi ... takdir bercanda terlampau kejam. Nealine tidak bisa benar-benar menjadi normal. Ia terjebak diantara dua pria yang rela mati demi melindunginya. Dan ... semakin mereka mencintainya, semakin dalam pula luka yang harus ditanggung. Ia harus memilih, antara pria yang dianggapnya rumah? atau pria yang rela menunggunya di dalam bayang-bayang selama tiga belas tahun? Mencintai adalah pilihan. Dan disetiap pilihan ada darah. Dan rasa darah tidak manis seperti es krim yang disukainya. ... Copyright © 2026 alyzd23. All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines