Di Wringintama, orang-orang percaya bahwa barong bukan sekadar kesenian.
Ia hidup.
Gestara Laksamana-atau yang lebih sering dipanggil Gesta-tidak pernah berniat tinggal lama di kota pinggiran itu. Namun sejak kepindahannya, hal-hal aneh mulai terjadi di sekelilingnya. Suara gamelan terdengar setiap tengah malam, hujan selalu turun saat ia melintasi padepokan tua, dan seseorang... atau sesuatu... terus memanggilnya dengan sebutan "biyung."
Semua bermula ketika Gesta bertemu Jairo Bausastra, pewaris Padepokan Singo Wlaras sekaligus Romo penjaga roh barong bernama Pasupati.
Jairo dikenal tenang, dingin, dan terlalu dihormati warga. Sementara Pasupati adalah kebalikannya-roh barong tengil yang suka berkeliaran di atap rumah, mengganggu warga, dan membuat satu kota ketakutan.
Anehnya, makhluk itu justru lengket pada Gesta.
Sejak pertemuan pertama mereka, Pasupati menganggap Gesta sebagai biyungnya-pasangan spiritual yang dipilih langsung oleh adat kuno Wringintama. Sebuah ikatan yang tidak bisa ditolak, apalagi diputus.
Masalahnya, Tara tidak percaya tradisi aneh itu.
Ia hanya ingin hidup normal.
Tetapi semakin ia mencoba menjauh, semakin kuat Pasupati mengikutinya. Dan ketika rahasia lama tentang ritual "Nyanjang Barong" mulai terungkap, Tara menyadari satu hal:
yang selama ini mengikat dirinya dengan Jairo bukan sekadar adat.
Melainkan segel untuk menahan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada roh barong itu sendiri.
πͺππ₯π‘ππ‘π!!
πππππ₯ππ‘π π πππππ¨πππ‘ π¦πππππ πππ π¬ππ‘π πππ₯π¦ππ‘πππ¨π§ππ‘ πππ‘πππ‘ π£ππππππ₯ππ¦π π!!
All Rights Reserved