Before Goodbye

Before Goodbye

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
Edwin selalu percaya bahwa perasaan yang dipendam terlalu lama tidak akan pernah berubah. Sejak dulu, Hana adalah satu-satunya perempuan yang mampu membuatnya jatuh cinta tanpa alasan yang jelas. Namun, di balik semua perhatian kecil dan tatapan diam yang ia simpan selama bertahun-tahun, Edwin tidak pernah benar-benar memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya. Hingga waktu mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama. Pertemuan yang seharusnya menjadi kesempatan kedua itu justru berubah menjadi penyesalan yang tidak pernah Edwin bayangkan sebelumnya "Sudah lama ya, Terima kasih karena sudah mengatakannya." "Makasi juga karena sudah berani mengatakannya walau sedikit terlambat. Jikalau dulu mungkin orang itu kamu, bukannya orang lain, Edwin."
All Rights Reserved
#449
kyulkyung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • PENGGANTI
  • The Imperfect Señorita
  • Double AL (COMPLETE)
  • R É G A L I S
  • NINGRUM
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines