Chasing Forever

Chasing Forever

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2026
"Love should be easy, love should be fun." Seperti itulah orang-orang medeskripsikan cinta. Tapi Kenapa hubungan Aster dan Adjie ditimpa kesulitan? Kenapa rasanya sangat berat untuk menjalani hubungan ini? Apa yang salah? Apa ini tanda bahwa mereka tidak ditakdirkan bersama? Lantas kenapa mereka dipertemukan di saat salah satunya melangitkan harapan mengenai jodoh? Cerita ini mengenai si cowok bingung dan si cewek keras kepala. Hubungan yang membuat masing-masing dari mereka mulai mempertanyakan diri sendiri, lantas mengaburkan jalan mereka ke depannya. Cerita ini terlalu dewasa, menunjukkan realitas hubungan yang tidak selalu manis, tidak bisa disamakan dengan kutipan-kutipan manis menjanjikan yang tersebar di internet. Jikalau, ingin mencari romansa manis lucu, jangan sekali-kali mendalami kisah Aster dan Adjie. Kisah mereka cukup rumit. Entah siapa yang harus disalahkan atas kerumitan ini? Tuhan? Masing-masing dari mereka? Atau pihak-pihak eksternal itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines