Sing Kawecciwa

Sing Kawecciwa

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2026
Desa Bengawan Kelana, yang dulunya dikenal paling asri, teduh, dan damai di sepanjang aliran sungai, perlahan berubah menjadi tempat yang menyeramkan dan mencekam. Keindahan alamnya yang dulu memikat hati, kini terasa dingin, sunyi, dan penuh tekanan batin. Hal ini sesuatu yang tak pernah terpikirkan, tak pernah diduga, dan tak pernah dibayangkan sedikit pun oleh warga desa setempat. Semua bermula sejak hari itu, sejak ada nyawa yang dibiarkan hilang ditelan arus, dan ada dendam yang tak pernah selesai. Kira-kira, apa yang telah terjadi di desa tersebut?
All Rights Reserved
#444
ceritahantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remang Bulan di Angkasa (TAMAT REPUBLISH)
  • Jingga: Sebuah Cerita Tentang Waktu
  • ZEIN É FORTE (ON GOING)
  • Walking In Regret
  • Althea
  • Matahari dan Badai dalam Satu Nama
  • [END] Arc de Triomphie First Love
  • Since Day One
  • [2] My Choice [IDR] ✔✔ (Revisi)

Sembilan belas tahun meniti luka, terasa seperti digantung antara remaja dan dewasa. Bulan membenci hidupnya dengan segenap raganya. Terbiasa mencuri dan menyadap untuk bertaruh hidup. Kehilangan sosok ayah di usia muda. Takdirnya melengkung ketika bersingungan dengan Angkasa. Kepala Cabang berusia tiga puluh sembilan yang kehilangan anak. Tak bisa membenci karena raganya sudah terasa mati. Bulan menyeluk saku jaket, menyamai langkah. "Jika saya terlahir kembali... saya harap saya menjadi batu. Setidaknya batu tak merasa jika ditendang atau dihancurkan." Angkasa kian menyeluk saku menghangatkan tangan. "Jadi seperti pohon saja. Terus tumbuh, akarmu kuat... Saya dulu juga tak punya cita-cita. Hanya giat dan berdoa pada Tuhan. Siapa tahu saya jadi kepala cabang." "Kamu harus dengar sudut pandang istri berselingkuh sepertiku agar mengerti. Sebuah hubungan terjaga bukan hanya saling percaya, melainkan karena terbuka." Dara terisak di ponsel Angkasa yang disadap Bulan. "Orang baik pintar memelintirkan kebenaran. Kau adalah orang munafik yang selalu memendam perasaan pada orang yang kau benci. Kau tak perlu ambisi sepertiku untuk mencapai puncak. Pada akhirnya kau akan merebut segalanya dengan kebaikanmu itu. Itu sama saja kau tamak!" teriak Bara pada Angkasa. Bulan hanyalah anak magang yang terlibat di intrik perusahaan magangnya. Akibat pamannya berselingkuh dengan istri kepala cabangnya. "Buat saja kepala cabangmu mengantarmu pulang. Nanti paman suruh orang foto dari belakang. Hanya rumor kepala cabang mengantar anak magang. Itu saja, tak lebih," suruh Bara pada Bulan untuk menjebak Angkasa. Ceritanya aku publish ulang tiap minggu, selasa, kamis jam 7 malam karena revisi, mohon koreksinya di kolom komentar, terimaaci yang mau mampir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines