We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PROTEKTIF BOY  X   BAD GIRL

PROTEKTIF BOY X BAD GIRL

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, May 30, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Fairy Tales and Mythology
Cerita ini menceritakan tentang gadis panti yg di asuh oleh seorang pria tampan. rules: 1. gue bru pertama x buat ni cerita jdi maklumin klok ada yg ga nyambung atau gamasuk di pikiran kalian 2. ini murni dari otak gue 3. kalian hanya bisa memanggil ku sasa or qiqin not min thor dll 4. maaf klok ada kesamaan nama tokoh. 5. mungkin di beberapa bab ada adegan yg agak kurang nyaman jadi lebih bijak dalam memilih cerita. 6. jangan bawa" alur, tokoh dll. dalam cerita ini, karna setiap orang memiliki kreasi nya masing". 7. jikalau tidak suka dgn cerita ini, silahkan skip jgn bnyk drama. segitu aja selamat menikmati BAGI YANG SUKAK
All Rights Reserved
#459
badgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Silent Bloom [END]
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String (END)
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines