GLUED
  • WpView
    Reads 20,347
  • WpVote
    Votes 2,931
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
WpInfo
Non-Fiction
"Ly, Rania hamil anak Janendra." Lily Zeora sudah empat tahun menjalin hubungan dengan Janendra yang memang tidak pernah mudah. Badai datang dan pergi, namun mereka selalu bertahan. Sialnya, badai kali ini terlalu menghancurkan. Kalimat singkat itu telanjur meremukkan hati Lily dalam sekejap mata. Lebih sialnya lagi, Janendra sama sekali tidak punya bukti untuk membela diri ataupun membuat Lily kembali percaya. "Putus. Yang aku mau cuma putus, bisa kan?" "Kamu cuman perlu nunggu. Sebentar, Ly. Tolong, Aku pasti bisa kasih bukti itu." "Sampai kapan? janji?" "..." "Kamu bahkan nggak bisa kasih janji apapun." 📚 by itsjellyverse 29/05/26 Ig: @ itsjellyverse_ Tt: @ itsjellyverse
All Rights Reserved
#254
romansa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JURAGAN DESA
  • DIFFICILIS
  • Yang Tertinggal di Antara Kita
  • DAGERUOS LESSON
  • PERJODOHAN
  • Di Antara Dua Takdir
  • From Idol To Husband
  • MY BENCONG GUE (BL)
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Permission, and Love

Debu jalanan desa yang berterbangan seiring langkah kaki Gendis seolah menyambut kepulangannya. Gadis itu menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma tanah basah dan jerami yang begitu kontras dengan bau knalpot serta pengapnya udara ibu kota. Kota metropolitan yang dulu menjanjikan impian besar, justru meremukkan mentalnya hingga ia memilih pulang ke pelukan sang ayah di desa. ​Dengan tinggi seratus lima puluh lima sentimeter, langkah Gendis tampak kecil namun mantap. Di balik balutan baju longgar yang dikenakannya, bentuk tubuhnya yang sintal tetap terlihat jelas-memiliki bokong yang padat berisi serta dada berukuran jumbo yang kontras dengan posturnya yang mungil. ​Wajahnya yang putih bersih dan menawan tertunduk lesu. Sebagai kembang desa yang dulu diagung-agungkan, sorot matanya kini menyiratkan lelah dan rasa malu yang mendalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines