Cahaya di Balik Ujian

Cahaya di Balik Ujian

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 26, 2026
Alya Nadzira menjalani hidup dengan luka yang ia sembunyikan rapat-rapat di balik senyum dan kesabarannya. Kehilangan ayah sejak kecil membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kuat, meski hatinya sering merasa hampa. Hingga kehadiran Rayhan Alfarezi, siswa pindahan yang dingin dan tertutup, mengubah banyak hal dalam hidupnya. Di balik sikap acuh Rayhan, tersimpan luka kehilangan yang sama dalamnya. Dipertemukan dalam sebuah tugas sekolah tentang sabar dan ikhlas, keduanya perlahan belajar memahami arti kehilangan, menerima takdir, dan menemukan kembali cahaya dalam hidup yang sempat redup. Namun ketika perasaan mulai tumbuh, ujian kehidupan justru semakin berat. Karena tidak semua pertemuan ditakdirkan untuk bersama selamanya, tetapi setiap pertemuan selalu membawa makna. Sebuah kisah tentang luka, penerimaan, dan cahaya iman yang menuntun hati kembali pulang kepada Allah.
All Rights Reserved
#10
ujianhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines