DIBALIK LUKA YANG TERSISA
Delapan belas tahun. Tee bertahan dalam pernikahan yang berubah menjadi neraka-menghadapi kekerasan fisik, verbal, dan seksual dari Dew, suaminya sendiri. Yang lebih menyakitkan, putra semata wayangnya, Aston, telah dicuci otak oleh Dew untuk membenci Tee.
Di titik terendah-saat Tee hamil untuk kedua kalinya dan hampir kehilangan nyawanya-ia membuat keputusan yang mengubah segalanya: kabur. Meninggalkan rumah megah, kehidupan mewah, dan anak yang ia cintai, Tee memulai hidup baru di kota Malang yang asing.
Di sana, ia bertemu Sky-cinta masa SMA yang dulu tak pernah berani menyatakan perasaan-dan Paul, putra Sky yang juga membawa luka kehilangan ibu.
Perlahan, di bawah naungan rumah kecil bercat biru dan kebaikan dua insan yang tulus, Tee menemukan kembali arti hidup. Ia melahirkan Rin-si bunga teratai yang melambangkan harapan baru.
Namun, masa lalu tidak begitu mudah pergi. Dew yang akhirnya menyadari kesalahan fatalnya, dan Aston yang tersadarkan oleh kebenaran yang menyakitkan, mengikuti Tee ke Malang.
Mereka datang dengan penyesalan, dengan air mata, dengan harapan untuk memperbaiki yang sudah hancur.
Sementara itu, Sky-yang telah lama mencintai Tee dalam diam-akhirnya belajar melepaskan.
Ia menemukan kedamaian dalam menerima bahwa cinta sejati tidak selalu tentang memiliki. Dan di tengah perjalanannya itu, alam semesta mengejutkannya dengan kehadiran Nani Hirunkit Changkham-seorang arsitek muda yang ceroboh, hangat, dan tulus.
Nani yang jatuh karena tersangkut kabel di seminar kampus, Nani yang mendengarkan tanpa menghakimi, Nani yang mencintai tempat-tempat "rusak" yang butuh diperbaiki... sama seperti ia mencintai Sky.
Bisakah hati yang sudah hancur berkeping-keping disatukan kembali? Dan bisakah seseorang yang pernah kehilangan cinta, belajar mencintai lagi?
"Karena terkadang, untuk benar-benar hidup, kita harus berani mati-dan lahir kembali. Dan terkadang, untuk bisa mencintai lagi, kita harus belajar melepaskan yang sudah pergi"