Rumah yang Tak Dipilih

Rumah yang Tak Dipilih

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
"Aku cuma ingin jadi rumah yang dipilih untuk menetap, bukan sekadar tempat singgah saat seseorang sedang lelah." Kala tumbuh di rumah yang tidak pernah terasa seperti rumah. Pertengkaran, dingin, dan rasa asing membuatnya terbiasa mencari hangat di luar sana. Tapi lucunya, setiap orang yang datang ke hidupnya selalu pergi setelah menemukan apa yang mereka butuhkan. Di balik sikapnya yang tenang, Kala menyimpan banyak hal yang tidak pernah bisa ia ceritakan-tentang keluarga yang berantakan, pertemanan yang selalu gagal, dan rasa sepi yang terus mengikutinya ke mana pun ia pergi. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang membuat dunianya perlahan berubah. Untuk pertama kalinya, Kala merasa dipilih. Merasa dianggap penting. Ia mulai percaya bahwa mungkin dirinya juga pantas dicintai seperti orang lain. Namun semakin besar harapannya, semakin besar pula rasa takut kehilangan itu tumbuh.
All Rights Reserved
#529
familyproblem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERSIMPANGAN RASA
  • Panah Rasa (BangRosé) | END
  • How To Fix Everything [COMPLETED]
  • My Tutor Friend ✔
  • Are We Just Friends? |✔️
  • DEVILS AND DUBUQUERS: Season One
  • SHANJUNA : TERLAMBAT JATUH CINTA  [TAMAT]
  • Behind The Choice [TERBIT]
  • REKOMENDASI CERITA WATTPAD & NOVEL IPUSNAS
  • Senja, Gerimis dan Hujan

Di sebuah balkon kamar yang sunyi, seorang gadis duduk menatap langit malam. Tak ada bintang yang menemaninya, hanya rembulan yang setia membagi cahayanya seolah memahami luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Dingin malam merayap pelan, namun tak sedingin perasaan yang berantakan di dadanya. Penyesalan, kesedihan, kerinduan, dan kekosongan bersarang tanpa izin. Saat matanya terpejam, masa lalu kembali berisik. Kenangan lama berputar tanpa jeda, membawa rasa sakit yang tak ia tahu di mana penawarnya. Air mata jatuh perlahan, air mata yang terasa sia-sia, karena ditujukan pada seseorang yang entah masih mengingat namanya atau telah melupakannya sepenuhnya. Ia menunggu. Terlalu lama. Menutup pintu hatinya rapat-rapat, percaya bahwa tak ada siapa pun yang pantas masuk selain dia yang telah pergi. Namun waktu tak pernah menepati janji. Pintu itu akhirnya terbuka, namun bukan oleh orang yang ia tunggu, melainkan oleh seseorang yang datang membawa harapan baru. Harapan yang kelak menjelma kenangan. Kenangan yang kembali melahirkan luka. Sebuah kisah tentang bertahan, tentang melepaskan, dan tentang hati yang terus mencoba percaya meski berulang kali harus patah. Apakah cinta memang selalu menuntun pada kebahagiaan, atau hanya mengajarkan cara baru untuk terluka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines