VELVET SIN

VELVET SIN

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah ayahnya meninggal, Seraphina Aluna Mirelle, tidak punya pilihan lain selain tinggal di mansion keluarga Moretti, rumah milik kakaknya, Selena dan keluarga kecilnya. Itu adalah permintaan terakhir sang ayah dalam surat wasiatnya.Ia tidak sanggup meninggalkan Seraphina hidup sendirian hanya bersama para pekerja rumah. Awalnya Seraphina pikir semua akan baik-baik saja. Sampai ia mulai menyadari ada yang berbeda dari cara Lucien Dante Moretti menatapnya. Dan cara Rafael Enzo Moretti terlalu sering berada di dekatnya. Semua terasa semakin aneh setiap kali Selena tidak berada di sekitar mereka. Di sisi lain, Selena sendiri sering bersikap dingin dan sarkas kepada Seraphina, seolah ada sesuatu yang ia tahan seorang diri. Tapi meskipun begitu, bagi Seraphina, Selena tetap menjadi satu-satunya orang yang paling ia percaya di mansion megah itu. Rumah itu terlihat sempurna dari luar. Hangat, mewah, dan penuh kasih sayang. Padahal di dalamnya, ada obsesi yang perlahan tumbuh menjadi dosa.
All Rights Reserved
#382
harem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines