Duda? Cuek! ( ON GOING )

Duda? Cuek! ( ON GOING )

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
Dia itu CEO dingin, duda anak satu, dan alergi sama yang namanya drama. Gue? Cuma anak SMA lulusan, dompet tipis, tapi nyali gede karena butuh uang buat biaya rumah sakit bapak. Awalnya gue cuma mau jadi Nanny. Ngasuh anaknya, terima gaji, selesai. Eh, ternyata ngasuh anaknya gampang. Yang susah itu ngasuh hati papanya 😭 Zaydan Maheswara. Namanya Muka datar 24/7, suara dingin kayak AC 16 derajat, aturan seabrek. "Jangan melebihi batas sebagai pengasuh." tegasnya. Masalahnya... batas itu jadi kabur pas gue mulai bikin anaknya ketawa lagi, dan dia mulai ngeliatin gue lebih dari sekadar karyawan. Galak di luar, bucin diem-diem di dalem. Gue kira gue yang jatuh cinta duluan. Ternyata dia udah duluan nahan diri biar nggak jatuh lebih dalam. Kalau cinta itu salah tempat dan salah waktu, lo bakal tetap kejar atau mundur?
All Rights Reserved
#3
zayden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines