Silent letters

Silent letters

  • WpView
    Odsłon 129
  • WpVote
    Głosy 30
  • WpPart
    Części 15
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lip 14, 2026
Elena Callista percaya bahwa hidup adalah tentang ambisi, peringkat, dan kemenangan. Maka dari itu dia tidak pernah suka dengan kehadiran Arven Alister, cowok yang selalu menjadi penghalang di setiap target nya. Mereka adalah rival sekolah yang terkenal. Selalu bersaing dalam nilai, lomba, hingga hal-hal kecil yang bahkan tidak penting. Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit bagi Elena untuk mengabaikan kehadiran Arven. Di antara persaingan, kesalah pahaman, dan perasaan yang perlahan tumbuh tanpa disadari, ada banyak kata yang ingin diucapkan tetapi selalu tertahan. Seperti huruf-huruf yang diam dalam sebuah kata. Tak terdengar, namun selalu ada. Karena terkadang, perasaan yang paling besar justru datang dari hal-hal yang tidak pernah diucapkan. ~~~ o(〃^▽^〃)o cimiww novel hasil pemikiran sendiri jadi jangan berekspektasi terlalu tinggi ⚠WARNING! : alur berjalan cepat x lambat ⚠bukan lapak menyimpang! ⚠karya asli!! no copy! dilarang plagiat! ⚠hanya ada di akun ini!!
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#903
love
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • My Loneliness
  • ANGEL
  • The Geeky Is A Mafia Girl
  • The Twins Secrets : Revenge
  • (I) Siblings! [✔️]
  • DION'S (COMPLETED) ✔
  • THE STORY OF SHENNA
  • Transmigrasi 3 Girl's
  • ANARA
  • My Idol Is My Boyfriend (END✔️)REVISI

Harusnya kamu itu sadar diri jadi orang. Setelah apa yang kamu lakuin dulu kamu pantas mendapatkan ini semua." Tio kembali meninggikan suaranya. Thasya yang mendengar teriakan itu memejamkan matanya untuk menahan air matanya. "Udah aku bilang berkali-kali papa. Bukan aku yang dorong kak Vian," teriak Thasya dengan air matanya luruh seketika. "Kamu mengelak lagi. Padahal udah jelas kamu yang memdorong kakakmu sampai jatuh tangga. Dan kamu sekarang ingin bunuh adikmu karena gagal membunuh kakakmu," ucap Tio tajam dan tanganya melempar ikat pinggang itu kearah Thasya. Dan bagia besi ikat pinggang itu mengenai dahi Thasya sampai berdarah.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści