Janur dan Akhir Tahun

Janur dan Akhir Tahun

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Family Life
Abuse and Trauma
Ketika makian dan kata-kata sepele dari keluarga maupun temannya datang, Janur tidak lagi menangis; dia mati rasa. Dia menerima semuanya tanpa merasakan apa pun, meski di malam-malam tertentu, kata-kata itu mendadak berputar ulang di kepalanya seperti kaset rusak. Ketika topeng "orang baik" itu akhirnya tanggal, Janur tidak bertransformasi menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri. Pada tanggal 31 Desember, di penghujung tahun, Janur membuat keputusan yang telah ia fikirkan dengan matang. Satu-satunya keputusan yang akhirnya ia buat untuk hidupnya kedepan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • ATMA FATAMORGANA
  • Dua Langit Berbeda
  • Unexpectedly Yours
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER

Demi mendapatkan cinta sang suami, Katharina rela merubah dirinya sendiri menjadi orang lain. Kana sudah melakukan semuanya, merubah dirinya sendiri demi Bian, hanya agar Bian mau menatapnya dan menerima kedua anak mereka namun Bian masih terus membuat tembok besar yang sulit ia tembus. Ia sudah melakukan semua hal hingga kehilangan jati diri. Ia bersikap lebih tenang agar bisa sama seperti mantan kekasih tersayang Bian, ia berpenampilan sopan memakai rok dan gaun berwarna soft juga menggunakan make up tipis seperti perempuan tenang yang estetik dalam cerita-cerita. Ia merubah dirinya sendiri menjadi orang lain demi Bian, bahkan Kana tidak tahu apa semua yang ia lakukan ini adalah jalan terbaik ataukah ia sedang menghancurkan dirinya sendiri perlahan demi perlahan. Namun semua berubah saat kedua anaknya mendapatkan ketidakadilan yang membuat darahnya mendidih. Kana tidak lagi ingin mengalah dan menjadi orang lain, ia akan menjadi dirinya sendiri dan membalas Bian atas apa yang kedua anaknya alami. Kana akan memastikan kedua anaknya mendapatkan hak mereka dari sang Ayah. Ia akan mencuri sesuatu yang memang miliknya. Mencuri - hati, pikiran, bahkan tubuh - suaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines