Pilihan
  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
Christabella Maven (panggilan Bella) mahasiswa tugas akhir yang lebih memilih untuk melarikan diri dari hiruk pikuk keluarganya yang berantakan ke pendidikan. Memilih untuk tetap menyendiri daripada mempunyai pasangan dan menyukai kedamaian jiwanya juga hidupnya. Hingga semua itu luluh lantah karena kedatangan Theo laki-laki yang disukainya secara diam-diam, ada diantara dirinya dan sahabatnya Yuke. Ketika Bella lebih memilih untuk melepaskan Theo, muncul seorang pria meminta perhatian dari Bella. Mampukah Bella berdiri pada pendiriannya untuk tetap menyendiri sampai akhir atau menyambut kedatangan si tiba-tiba yang meminta perhatian Bella lebih itu? ⚠️Mengandung konten 18+ (harap bijak membaca!!!)⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines