POINT OF HAPPINESS

POINT OF HAPPINESS

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
tiga tahun hidup bagas menderita tanpa henti mulai dari kedua orang tuanya yang selalu menuntut agar bagas mendapatkan nilai yang selalu sempurna dan juga gancaran bullying di sekolah yang tiap saat bagas rasakan dari sekelompok anak-anak kaya yang selalu bisa melakukan apa saja, selama tiga tahun itu emosi dendam bagas tidak bisa terbadung lagi rasa bagas, sanggat ingin membunuh mereka semua ingin sekali merobekan mulut mereka semua yang mengucapkan kata yang menjijikkan suatu malam terasa sanggat memuaskan buat bagas sekelompok tukang bullying itu entah dari mana berubah bak seekor anjing rabies yang ingin menggigit sekelilingnya, suara jeritan Dimana-mana kedua mata bagas berbinar melihat mereka yang lebih tepatnya sekelompok bajingan sialan itu berlumur darah, semua tampak seperti mayat hidup dengan mata putih dan bertingkah gila saat menggigit manusia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAGA, THE STORM
  • ezra
  • Us And Destiny
  • Partner | WOOMEN
  • Hidden Love
  • Claimed in Public - [Pondphuwin]
  • Taekook one shoot story
  • The Elder Council ( RionCaine)
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • VARREL

Raga itu badai, datang untuk mengubah segalanya. **** "Gue minta maaf, Sie. Gue sama sekali gak sadar malam itu," ucap Raga menyadari kesalahannya. "Gara-gara lo semuanya jadi kacau. Bokap gue benci sama gue, gue gak bisa kuliah lagi, dan gara-gara lo, gue kehilangan sahabat gue," ucap Sienna menyesali semuanya. "Sie, Maafin gue," lirih Raga meraih tangan Sienna tapi dihempaskan begitu saja. "Gue pikir lo sahabat yang bisa gue percaya. Ternyata semuanya hancur karena lo! 23 tahun kita bersama, semuanya hancur dalam sekejap karena perlakuan lo! LO JAHAT RAGA! LO BRENGSEK!" #bacalah #ongoing

More details
WpActionLinkContent Guidelines