I Was Looking At The Villainess 2

I Was Looking At The Villainess 2

Season 2 of 2
  • WpView
    Reads 2,012
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
Magical Kingdoms
Romance
Menjadi kaisar seharusnya menjadi kehormatan terbesar. Bagi Ava, itu adalah hukuman. Demi keselamatan dirinya sendiri, ia terpaksa menerima mahkota yang tidak pernah ditakdirkan untuknya. Keluarga Hills berada di sisinya, dengan putra sulung mereka, Cael Thoren Hills, sebagai penasihat yang tidak bisa ia tolak. Namun tujuan Ava bukanlah belajar memimpin kerajaan. la tidak peduli pada takhta, tidak peduli pada kekuasaan. Yang ia inginkan hanya satu: menemukan Sevans. Karena selama lelaki itu masih bebas, tidak ada yang benar-benar aman. Sayangnya, Sevans bukan lawan yang mudah ditangkap. Dia cerdas, licik dan selalu selangkah lebih maju. Bahkan ketika Ava merasa telah menggenggam petunjuk terakhirnya, lelaki itu kembali menghilang seperti bayangan. Atau mungkin dia tidak pernah menghilang. Mungkin dia hanya berdiri terlalu dekat untuk kembali padanya.
All Rights Reserved
#534
fantasy
WpChevronRight
Series

I Was Looking At The Villainess

  • I Was Looking At The Villainess
    Season 1
    70 parts
  • Season 2
    29 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines