We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Senja dan Sepatu Kaca

Senja dan Sepatu Kaca

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Discrimination and Bullying
Mental Health and Neurodiverse
Disability
Dikisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Senja yang terlahir difabel tanpa satu kaki. Senja bercita-cita ingin memakai satu sepatu kaca milik Cinderella yang tertinggal setelah pesta dengan pangeran di istana. Angan-angan unik tersebut terus tertanam dan menjadi bagian dari pemikiran fantasinya ketika menjalani hidup. Di tengah keterbatasan fisik juga keunikannya sebagai gadis penderita Sindrom Tourette, Senja tumbuh menjadi sosok yang cerdas dan jenius. Perundungan, diskriminasi, penghinaan, dan penolakan masif menjadi bumbu-bumbu kehidupannya yang harus ia jalani. Senja menjalani kesemuanya dengan tegar karena ia didukung oleh kekuatan hakiki, yaitu sosok ibu yang mendampingi dan membesarkannya seorang diri. Pencarian jati diri dia sebagai seorang anak perempuan menuntunnya untuk mencari sosok ayah kandungnya yang sempat mencampakkan keduanya di masa lalu.
All Rights Reserved
#372
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Target Si Supir [END]
  • Trouble Maker[END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • After the Fall
  • ELION (bl)
  • The Pinky Boy

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines