A Marriage Written In Ice

A Marriage Written In Ice

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 4 hours ago
Di Kerajaan Varellia, nama Duke Kael Ardyn Vesper selalu dibicarakan dengan ketakutan. Duke dari wilayah utara itu dikenal dingin, kejam, dan tak memiliki belas kasihan. Tidak ada bangsawan yang berani menentangnya dan tidak ada wanita yang ingin berada di sisinya terlalu lama. Di balik tatapan tajam dan reputasi mengerikan itu, Kael hanyalah pria yang dibesarkan tanpa kehangatan hidupnya dipenuhi perang, tuntutan keluarga, dan kesepian yang tak pernah benar-benar hilang. Sementara itu, Lady Eirene Celestine Raventhorne hidup bagai bayangan di tengah kemewahan House Raventhorne. Di balik gaun indah dan senyum tenangnya, ia menyimpan luka yang tak pernah diketahui siapa pun. Sejak kematian sang kakak bertahun-tahun lalu, Eirene dianggap pembawa sial oleh keluarganya sendiri. Ia tumbuh dalam rumah yang megah namun terasa seperti penjara. Ketika keluarga Raventhorne menawarkan Eirene dalam pernikahan politik dengan Duke Vesper, tak seorang pun bertanya apakah gadis itu menginginkannya. Pernikahan mereka dimulai tanpa cinta. Eirene takut pada pria yang kini menjadi suaminya, sementara Kael menganggap pernikahan itu tak lebih dari urusan politik yang melelahkan. Namun semakin lama mereka hidup di bawah atap Kastil Blackmere yang dingin, Kael mulai menyadari hal-hal kecil tentang istrinya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Duke Kael mulai peduli pada seseorang. Dan itu jauh lebih berbahaya daripada perang mana pun yang pernah ia hadapi. Karena di balik pernikahan mereka, tersimpan rahasia lama keluarga Raventhorne yang perlahan mengancam menghancurkan segalanya. Di negeri yang dipenuhi kekuasaan, rumor, dan pengkhianatan, dua orang asing yang tak pernah memahami arti dicintai perlahan menemukan rumah satu sama lain. Namun cinta yang tumbuh di tengah dinginnya Varellia... selalu datang bersama harga yang harus dibayar.
All Rights Reserved
#450
fantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tyrant's Beloved Queen
  • The Ramses's
  • Crimson Tide
  • Hello, mr. shine [18+]
  • 𝐌𝐫. 𝐌𝐚𝐥𝐟𝐨𝐲 : 𝐓𝐡𝐞 𝐕𝐢𝐜𝐢𝐬𝐬𝐢𝐭𝐮𝐝𝐞𝐬
  • A Promise Under the Desert Sun
  • L'ossessione del duca
  • LOVE IS BLIND
  • The Fallen's Redemption

Sebagai anak kedua di Kekaisaran Astheria, Elena menghabiskan hidupnya di bawah bayang-bayang kakak laki-lakinya yang merupakan pewaris takhta. Namun, saat perang saudara mulai mengancam stabilitas, ayahnya mengambil keputusan mutlak bahwa Elena akan dikirim ke Kerajaan Xandros sebagai jaminan perdamaian. Di usianya yang ke-18, ia terpaksa terikat pernikahan politik dengan Putra Mahkota Xandros, Cassian, yang baru berusia 12 tahun. Elena tidak hanya harus menghadapi rasa terasing di wilayah musuh, tetapi juga harus menghadapi tingkah laku Cassian yang seringkali mencampurkan antara otoritas seorang penguasa dan kemanjaan seorang bocah. ___ Suasana di pemandian istana terasa pengap oleh uap air hangat. Elena berdiri di sana dengan gaun yang terasa berat, menatap Cassian yang duduk di tepi bak mandi marmer besar. "Elena," panggil Cassian kecil tanpa menoleh, suaranya berusaha terdengar berwibawa meski nada kekanak-kanakannya belum hilang sepenuhnya. "Mandikan aku. Pelayan bilang itu tugas istriku sekarang." Elena terdiam sejenak. Ia menarik napas panjang, mencoba meredam rasa jengkel yang membuncah di dadanya. Bukannya mengambil spons atau air, Elena justru melangkah maju dan mengangkat kipas lipat cendana miliknya. Dengan gerakan cepat dan terukur, ia mengetukkan ujung kipasnya kencang tepat ke dahi sang Putra Mahkota. "Aduh!" Cassian memegangi dahinya, menatap Elena dengan mata bulat yang terkejut. "Kau... kau berani memukulku? Aku ini calon Raja!" Elena melipat kipasnya dengan suara yang tajam, wajahnya tetap tenang meski matanya menyiratkan ketegasan. "Dan aku adalah istrimu, Yang Mulia Putra Mahkota," sahut Elena ketus. "Memiliki mahkota bukan berarti Anda kehilangan tangan untuk membasuh diri sendiri. Jika Anda ingin diperlakukan seperti Raja, mulailah dengan tidak bersikap seperti bayi yang baru bisa bicara."

More details
WpActionLinkContent Guidelines