Too much Hate

Too much Hate

  • WpView
    Reads 1,768
  • WpVote
    Votes 270
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 12, 2026
Delapan bulan bukan waktu yang sebentar untuk menyembunyikan cinta sampai terasa seperti dosa. Di lorong-lorong Universitas Negeri Harapan Bangsa, Estu selalu berjalan beberapa langkah di belakang Willy. Bukan karena malu, melainkan karena begitulah cara hubungan mereka bertahan. Diam-diam. Sunyi. Tidak boleh terlalu dekat. Tidak boleh terlalu terlihat saling memiliki. Padahal, Estu hafal semuanya tentang Willy. Tentang suara bass-nya yang mampu menenangkan kepalanya di malam paling buruk. Tentang tangan besar Willy yang dulu selalu menggenggam jemarinya erat seolah takut kehilangan. Tentang tatapan hangat yang perlahan berubah asing beberapa bulan terakhir ini. Kini Willy lebih sering sibuk bersama sorak ramai di lapangan basket, pujian dari banyak perempuan, dan rumor yang mulai berbisik di setiap sudut kampus. Nama Hanna ikut terseret di antara jarak yang semakin dingin. Sementara Estu hanya bisa menelan cemburu sendirian, berpura-pura baik-baik saja setiap kali Willy berkata, "Aku lagi sibuk." Yang paling menyakitkan dari diabaikan bukanlah kesepian. Melainkan saat seseorang masih memelukmu dengan hangat, tetapi perlahan membuatmu merasa tidak lagi dicintai. Dan Estu mulai lelah menunggu kepastian dari hubungan yang bahkan tidak pernah berani disebut secara terang-terangan.
All Rights Reserved
#665
drama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Perfect 30 (Match)
  • SUROMENGGOLO "Riwayat Sang Manggala Negri"
  • Selagi Langit Masih Biru | BL
  • Kisah Di Balik Tenda Pengungsian ✓
  • KETIKA AKU JAHAT
  • Waiting...
  • [BL] Ngagemo Ali-Aliku 🔞
  • KARMA (MxM) ✔️
  • The Taste Of Love (BOYxBOY)
  • One Thing Before Everything

Ziandra Ray Pranata seorang guru sekolah menengah atas yang cerdas dan perfectionist menikmati kesuksesannya setelah melalui berbagai perjuangan. Namun siapa sangka kalau dirinya adalah bahan bully dan bulan-bulanan selama di sekolahnya dulu? Bagaimana bisa Tuhan menginginkan pembullyan itu terjadi kembali sekarang setelah puluhan tahun Ziandra terbebas dari kutukan tersebut? Terlebih lagi sang pembully, Gerald Steven Huang yang membuat hidupnya sengsara itu sekarang sudah menjadi polisi kota yang sukses dan berpangkat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines