Push! Speak Up!

Push! Speak Up!

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
Selama hampir dua tahun kuliah, Hiruka cukup puas menjadi pengagum rahasia Geon-si Waketu HMS di kampusnya. Namun, akibat hasutan maut tiga sahabatnya lewat mantra keramat "Push! Speak Up!", Hiruka akhirnya nekat mendatangi Ruang Himpunan Mahasiswa untuk menyatakan cintanya. Sialnya, ruangan itu tidak sepi. Alih-alih berdua dengan Geon, Hiruka malah menembak Geon di tengah-tengah rapat yang dihadiri jajaran senior dan Ketua Hima! Menanggung malu kuadrat karena ditatap banyak pasang mata, Hiruka langsung mengambil langkah seribu alias kabur sebelum mendengar jawaban apa pun. Kini, hari-hari kuliah Hiruka berubah menjadi misi bertahan hidup. Di saat jagat kampus gempar oleh rumor "cewek nekat pengacau rapat", Geon-si es kaku yang biasanya acuh tak acuh-justru mulai terusik dan mencari keberadaan cewek misterius yang sudah membuat jantungnya jantungan. Apakah Hiruka harus terus bersembunyi atau dia harus kembali mengumpulkan nyali untuk menghadapi Geon?
All Rights Reserved
#2
anakteknik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Contract Of Love and Desire
  • Segitiga Rasa (REVISI✨)
  • OUR DREAMS
  • Pesona Bos Tampan
  • Satu Syarat: Hamili Aku!
  • Merpati Sayap patah || Kevin Sanjaya
  • Anna - Istriku yang Buta dan Sakit Jiwa
  • Untouchable Man
  • CINTA TIBA TEPAT WAKTU
  • Dara Tak Bersayap

Dia tak pernah bicara banyak, tapi tatapannya menyimpan dunia yang kelam dan dingin. Aku menemuinya karena terpaksa. Menjual tubuhku demi menyelamatkan ibuku yang sekarat. Aku pikir itu hanya satu malam. Satu dosa. Satu kehilangan harga diri. Tapi takdir tak sesederhana itu. Kami tak pernah saling mengucap "aku cinta kamu", tapi kami saling jatuh dalam diam. Sampai satu kejutan kecil membangkitkan luka lamanya. Dan aku pergi... membawa dua detak jantung mungil dalam tubuhku. Lima tahun kemudian, aku kembali. Dan dia menatapku... seperti tak pernah berhenti mencintaiku dalam sunyi yang sama. "Jika diam bisa jatuh cinta... maka aku adalah sunyinya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines