Bagi Roseanne Baska, mempertahankan tim balap kecil keluarganya adalah harga mati. Baska Racing memang tidak punya modal miliaran rupiah seperti tim raksasa lain, tapi mereka punya harga diri. Sayangnya, isi dompet yang tiris tidak bisa diajak kompromi.
Di tengah kebuntuan itu, sebuah mobil mewah berhenti di depan garasi sederhananya. Pria yang turun dari sana adalah jenis manusia yang paling Rosi hindariㅡLeonard Vander.
Dia adalah Direktur Utama dari Vander Group. Dingin, kaku, dan melihat seluruh isi dunia dengan angka. Vander Group saat itu sedang diguncang rumor besar yang mengancam stabilitas saham mereka. Dan bagi Leo, solusi tercepat untuk menggiring opini publik kembali positif adalah dengan melakukan sebuah PR Stunt.
Sebuah kontrak disodorkan tepat di depan wajah Rosi.
"Tugasmu sederhana, Rose. Kita hanya perlu berpura-pura pacaran di depan media selama 6 bulan. Imbalannya? Vander Group akan mendanai dan menjadi sponsor utama Baska Racing selama periode kontrak ini berlangsung."
ㅡLeonard Vander
Rosi tahu ini gila. Menandatangani kontrak dengan "patung es korporat" yang otoriter seperti Leo artinya dia harus siap makan hati setiap hari. Tapi demi kelangsungan tim ayahnya, Rosi terpaksa setuju. Lagi pula, ini hanya bisnis, bukan?
Namun, apa yang terjadi jika sang Direktur otoriter itu mulai bertindak di luar perjanjian? Ketika bahaya dari masa lalu mulai mengintai, perlindungan Leo yang protektif dan tatapan esnya yang mendadak melembut perlahan mengacaukan seluruh pertahanan Rosi.
Saat kata 'pura-pura' mulai terasa kabur di setiap detak jantung yang berpacu beringas, siapakah yang akan kalah dalam permainan ini?
All Rights Reserved