Glimpse of Past

Glimpse of Past

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Hujan tidak pernah benar-benar berhenti di Lheapolis. Saat Adriana tiba di kota itu, mimpi-mimpi aneh mulai muncul bersamaan dengan rasa familiar terhadap tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Di sisi lain, Odeveus Xenos mulai dihantui kembali oleh masa lalu yang seharusnya telah lama hilang. Sebuah kisah tentang kenangan, hujan, dan sesuatu yang masih tertinggal di antara dua waktu yang berbeda.
All Rights Reserved
#35
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • The Duke'S Red String
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • GALEN PRADIPTA
  • Just let me live, Duke!
  • New life, New problems [END]

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines