Alicia adalah gadis sederhana, berhati lembut, dan memiliki ketulusan yang tak terukur, namun ia selalu merasa kurang karena tubuhnya yang gemuk dan penampilan yang biasa saja. Segalanya berubah saat ia bertemu Daniel di Masjid Al-Aqsa-seorang pemuda yang sopan, taat beragama, dan sangat menyayangi keluarganya. Awalnya, hubungan mereka terasa begitu dekat; obrolan malam, pesan-pesan sederhana, dan perhatian kecil membuat Alicia berani bermimpi bahwa mungkin, untuk kali pertama, ada seseorang yang melihat keindahan di balik kekurangannya.
Namun, mimpi itu retak saat Alicia mengajak sahabat terdekatnya, Kirana, ikut serta dalam kajian mingguan itu. Kirana adalah definisi sempurna di mata banyak orang: cantik, ramping, anggun, dan selalu rapi. Sejak kehadiran Kirana, pandangan Daniel perlahan berubah. Nama Kirana selalu disebut, perhatiannya bergeser, dan hati yang sempat Alicia harapkan kini tertuju pada orang lain-sahabatnya sendiri.
Penolakan Daniel, ditambah dengan ketidaksukaan ibu Daniel yang menganggap Alicia tidak cukup pantas dan tidak cukup indah untuk dibanggakan, menghancurkan dunia Alicia. Ia harus menahan sakit yang mendalam, tersenyum di depan dua orang yang paling berharga baginya, sementara setiap malam ia menangis dalam diam. Di tengah luka dan rasa rendah diri yang menghantui, Alicia harus belajar satu peluk paling pahit: bahwa kadang, ketulusan hati saja tidak cukup untuk dipilih, dan bahwa mencintai diri sendiri adalah satu-satunya jalan untuk bangkit kembali setelah hancur lebur.
Ini adalah kisah tentang cinta yang tak terbalas, persahabatan yang diuji, dan perjalanan panjang seorang perempuan yang terlalu tulus mencintai, sampai lupa menjaga hatinya sendiri.
All Rights Reserved