RANTAI MERAH

RANTAI MERAH

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
Eritansel menatap garis tersebut, kemudian menatap Silas. Lututnya mulai gemetar. Ia memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi seseorang. Ia mengetahui bahwa tatapan Silas bukan tatapan marah atau benci. Tatapan itu adalah tatapan penilaian. Seperti seorang peneliti yang mengamati objek uji di bawah mikroskop. "Saya memohon maaf," kata Eritansel. Suaranya hampir tidak terdengar. "Saya akan menghapus data foto tersebut sekarang juga. Di hadapan Anda. Saya berjanji tidak akan kembali ke lokasi ini." "Aturan nomor 0," ucap Silas dengan suara pelan. "Setiap individu yang memasuki wilayah kekuasaan saya wajib memberikan kompensasi. Kompensasi tersebut dapat berupa uang, darah, atau kebebasan." Ia berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan dengan satu kalimat yang membuat suhu tubuh Eritansel menurun. "Anda tidak memiliki uang dalam jumlah yang cukup. Anda tidak memenuhi kriteria untuk menerima hukuman mati. Dengan demikian, yang tersisa adalah kebebasan Anda." Eritansel mundur satu langkah. Punggungnya menyentuh dinding yang dingin dan lembap. "Apa maksud darir pernyataan Anda?" Silas akhirnya melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah. Setiap langkahnya tidak menghasilkan suara. Jarak antara mereka kini berkurang menjadi tujuh meter, kemudian lima meter, kemudian tiga meter. Ia berhenti pada jarak tiga meter. Ia tidak menyentuh Eritansel. Ia hanya mengulurkan tangan kanannya dengan telapak terbuka. Di atas telapak tangannya tergeletak kartu identitas mahasiswa milik Eritansel. Eritansel tidak menyadari kapan kartu tersebut terjatuh dari dompetnya. "Nama lengkap: Eritansel," baca Silas. "Usia dua puluh tahun. Alamat kos Melati Indah, kamar 2A. Jurusan Fotografi. Anda memiliki dua pilihan, Eritansel."
All Rights Reserved
#320
darkromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Percobaan 44
  • Sad Cruel Psycopath
  • My Ghost (TAMAT)
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • EN-CIRCLE
  • emptiness
  • The Kiss From Hell || MARKHYUCK
  • Love After Accident [On Going]
  • Syahdan ✓
  • Incompatible With Love : Minor Hearts

Jata benar-benar kehilangan kesabaran. Setelah enam bulan menikah, Puput tetap perawan. Tentu saja, harga dirinya sebagai lelaki jatuh bagai keset kaki. Hati Jata semakin tersayat manakala membaca catatan kegagalan percobaan-percobaan mereka. Percobaan pertama, gagal karena kecapekan. Percobaan ke-2, gagal karena geli. Percobaan ke-43, gagal karena .... Sementara itu, di suatu tempat di tepian Bendungan Riam Kanan .... Leilith mengintip, tertawa puas menyaksikan kehancuran rumah tangga pasangan pengantin baru itu. Air liurnya menetes. Ia tak sabar menjilat darah budak barunya nan segar, Puput. . Genre: romance-horror-fantasy Telah terbit dan tamat di DREAME

More details
WpActionLinkContent Guidelines