Singgasana Debu & Sumpah Mati

Singgasana Debu & Sumpah Mati

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
Di balik megahnya dinding Kerajaan Aethelgard, takhta didirikan di atas lautan rahasia dan tulang belulang. Ketika mahkota jatuh ke tangan sang kakak yang masih muda, kerajaan itu tak lebih dari sebuah Singgasana Debu-rapuh, dingin, dan siap runtuh. Sebagai adik perempuan, ia hidup dalam senyap, mengunci rapat-rapat sebuah misteri kelam dan berbahaya di dalam dirinya sendiri. Namun, ketika sebuah Sumpah Mati dari masa lalu bangkit menuntut darah sang Ratu, permainan topeng pun dimulai. Langkahnya kian terancam saat seorang prajurit bermasa lalu kelam menyusup ke istana, membawa pedang yang haus akan balas dendam terhadap darah kerajaan.Namun, di antara kegelapan rahasia sang putri dan kobaran dendam sang prajurit, sebuah keterikatan emosional dan berbahaya di dalam dirinya sendiri. Namun, ketika sebuah Sumpah Mati dari masa lalu bangkit menuntut darah sang Ratu, permainan topeng pun dimulai. Di antara rahasia yang ia sembunyikan dan dendam yang mengintai di balik pilar istana, siapakah yang akan bertahan? Ataukah mereka semua ditakdirkan hancur menjadi debu sejarah?
All Rights Reserved
#205
royalty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • Abo Desire
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • adik ipar cantik
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Unwritten Lady
  • A Family of Villains
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines