Sebelum Detik Ini Selesai || END

Sebelum Detik Ini Selesai || END

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 4, 2026
"Akan selalu ada alasan untuk mengakhiri, Bin. Tapi hidup terlalu sia-sia jika harus berakhir sedang apa yang selalu disemogakan belum terjadi." Bagi ibunya, Naya adalah gadis ceria yang ambisius. Namun di balik tawa renyahnya, Naya menyimpan vonis gagal jantung stadium lanjut yang siap merenggut nyawanya kapan saja. Targetnya cuma satu: bertahan hidup sampai hari wisuda demi membahagiakan ibunya. Bintang, sahabatnya, tahu ada yang salah. Riasan tebal Naya tak bisa menipu matanya. Sebuah map medis tersembunyi akhirnya menguak rahasia paling mematikan yang Naya simpan rapat-rapat. Saat waktu terus menipis, akankah impian Naya terwujud? Siapakah yang akhirnya akan tersenyum di podium kelulusan ketika takdir menuntut sebuah perpisahan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#252
bestie
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • Hello, KKN!
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • My Celestia [ON GOING]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan