365 Days for Happiness

365 Days for Happiness

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
Seumur hidupnya, Anala hanya hidup untuk orang lain. Ia bekerja keras demi keluarga yang mengabaikannya dan mencintai seseorang yang pada akhirnya mengkhianatinya. Namun ketika kematian datang, ia menyadari kenyataan yang paling menyakitkan-tidak ada seorang pun yang berduka atas kepergiannya. Dipenuhi penyesalan karena telah menghabiskan hidup demi mencari kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan, Anala hanya memiliki satu keinginan sederhana: merasakan kebahagiaan, meski hanya sekali. Saat itulah sebuah suara memberinya kesempatan kedua. "Aku akan memberimu satu tahun. Hiduplah... dan berbahagialah." Kembali ke masa lalu dengan batas waktu satu tahun, Anala bertekad untuk berhenti hidup demi orang lain. Kali ini, ia akan memilih dirinya sendiri dan mencari kebahagiaan yang selama ini tak pernah ia miliki. Namun, mampukah ia mengubah takdirnya sebelum waktu yang diberikan habis?
All Rights Reserved
#340
time
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dateline [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Be My Wife
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Nala dan Mas Juragan
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines