Dua Aksara Satu Luka

Dua Aksara Satu Luka

  • WpView
    Membaca 72
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung12m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 8, 2026
Bagi keluarga Saka, cinta harus memiliki akar yang sama. Bagi keluarga Anindya, pernikahan adalah penyatuan dua marga yang sejajar. Namun, takdir justru mempertemukan mereka di persimpangan jalan yang tak searah. Dua insan dengan latar belakang budaya yang bertolak belakang, terjepit di antara janji setia dan restu orang tua yang kaku. Akankah cinta mereka mampu meruntuhkan tembok adat yang berdiri kokoh, atau justru berakhir menjadi sekadar aksara yang terluka?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
kisahklasik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 1947: SLOGAN OF SILENCE
  • 𝐑𝐮𝐡𝐚𝐧𝐢𝐤𝐚 - 𝓡𝓪𝓽𝓱𝓸𝓻𝓮'𝓼 𝓕𝓸𝓾𝓷𝓭 𝓢𝓱𝓮𝓻𝓷𝓲
  • سەرئێشە بچووکەکەم{تەواو کراوە}
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • Simple and Sweet [Chaos Series Part 1]
  • FATE'S LAST PLEA
  • Safe in His Arms
  • His Lost Falcon
  • His Angel
  • كسرة ظهر

[PARTITION ROMANCE] 18+ She is a mute. He is a politician. And 1947 is burning around them. After surviving a brutal assault and losing her only family, Vrishty, a voiceless Hindu girl, is left alone in a town tearing itself apart. Hunted by the man who first claimed her, she hides in silence, until Meer, an emerging Muslim politician, becomes the only barrier between her and the chaos outside. Bound by guilt and an unexpected pull, Meer begins to realise his vicinity with the girl. But the nation which divided amongst the communal hate, will it be able to save these burning interfaith hearts, alive? __________________________ "In Islam" he continued quietly. "You cannot marry unless both agree... and unless both are Muslim" His expression twisted, a deep aching conflict. I shook my head, looking at him. As if almost pleading him. Noo...please....

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan