The Secret Curriculum (21+) [END]

The Secret Curriculum (21+) [END]

  • WpView
    Reads 41,210
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 7, 2026
🔞 DEWASA 21+ ONLY - BANYAK ADEGAN DEWASA! Di balik kemegahan bata merah Universitas St. Jude, ambisi adalah mata uang yang lebih berharga daripada moralitas. Keira, mahasiswi kedokteran teladan dengan masa depan cemerlang, mendapat kesempatan yang selama ini ia impikan: menjadi asisten Profesor Bramantyo, seorang jenius anatomi yang disegani sekaligus ditakuti. Namun di balik reputasinya yang gemilang, Bramantyo menyimpan sebuah laboratorium rahasia yang tidak pernah tercatat dalam denah kampus. Di sana, batas antara ilmu pengetahuan, kekuasaan, dan kemanusiaan mulai mengabur. Saat Keira semakin dalam terjerat dalam eksperimen dan rahasia yang tidak seharusnya ada, ia mulai mempertanyakan siapa yang sebenarnya menjadi subjek penelitian-dan siapa yang sedang meneliti dirinya. Ketika sebuah rahasia institusional yang jauh lebih besar terungkap, Keira menyadari bahwa Universitas St. Jude dibangun di atas fondasi yang jauh lebih gelap daripada yang pernah ia bayangkan. Dan di tempat ini, tidak semua korban ingin diselamatkan. Karena Kurikulum Rahasia tidak pernah berakhir. Ia hanya menunggu pewaris berikutnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Hidden Rings 🔞
  • NODA 21+
  • Only Between Us (21+) END
  • Private Nurse #1 (END)
  • Teman Tapi Bercint4
  • NAUGHTY GHOST
  • Messing with The V's
  • One Night Assistant (21+) END
  • Short Story (18+)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines