Bagi Maya, mencintai seseorang adalah hal paling mengerikan di dunia. Jatuh cinta selalu berarti bersiap untuk terhempas, dan ia terlalu lelah untuk hancur kembali. Sebuah rahasia kelam dari masa lalu telah meremukkan harga dirinya, meninggalkannya hidup dalam cangkang ketakutan yang tebal. Di dalam kepalanya, setiap pria hanyalah ancaman yang siap memanfaatkan kerentanannya.
Ketika Elang masuk ke dalam hidupnya dengan segala ketulusan dan kesabaran, Maya berada di titik terhimpit. Kiri dan kanannya adalah jurang penolakan yang siap menjatuhkannya kapan saja jika ia lengah barang sedetik.
"Pertama, kamu akan meninggalkanku. Kedua, kamu akan memakaiku dengan alih aku sudah rusak. Ketiga, kamu bertahan tapi hanya menjadikanku pelacur pribadimu. Keempat, kamu tetap pergi namun setelah memakaiku. Semuanya negatif, aku tak lagi bisa berpikir positif di saat begini."
Namun, Elang menolak semua opsi kejam itu. Di saat seluruh kalkulasi psikologis Maya memprediksi penolakan, Elang justru memilih berlutut, menawarkan diri menjadi tameng hidup dari badai masa lalu yang kembali mengetuk pintu kehidupan mereka. Bahkan ketika karier, reputasi, dan masa depan Elang dipertaruhkan di depan publik akibat teror masa lalu Maya, pria itu tidak bergeser satu senti pun dari janjinya.
Mampukah ketulusan Elang meruntuhkan dinding trauma yang telah mengakar bertahun-tahun?
Atau akankah Maya kembali melarikan diri ke dalam kegelapan karena mengira dirinya tidak lagi berhak untuk bahagia?
All Rights Reserved