Symphony Of The Ruined [ Lilynn ]

Symphony Of The Ruined [ Lilynn ]

  • WpView
    Reads 4,115
  • WpVote
    Votes 459
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di bawah gemerlap lampu kota Surabaya, dua nama keluarga konglomerat menguasai segalanya. Keluarga Lioren kerajaan otomotif dan mesin performa tingginya, sementara Keluarga Delynn menguasai lautan lewat dinasti logistik pelayaran. Selama puluhan tahun, satu-satunya hal yang menghubungkan kedua keluarga ini hanyalah kebencian absolut dan persaingan bisnis yang kotor Sayangnya....Rahasia di antara dua dinasti besar tidak akan pernah bisa dikubur selamanya. Ketika tekanan keluarga dan sebuah perjodohan paksa menyudutkan mereka, Lioren dan Delynn membuat satu keputusan paling gila dalam hidup mereka adalah kabur dan meninggalkan semua kemewahan yang mencekik itu Bagaimana kisah percintaan mereka ?? Apakah perjalanan mereka mulus sampai tujuan atau di terpa badai yg begitu kuat yg mengharuskan mereka berhenti berjuang
All Rights Reserved
#88
enemiestolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DUA DUNIA
  • Adeline's Prison ──End
  • The Last Symphony
  • Becoming Us
  • NIKAH TAPI RAHASIA (ORINE)
  • My Secret Fiancé [Lilynn]
  • lilynn
  • WHO THIS GUY? ( Lilynn ) - ( END )
  • KETOS CUEK ITU SUAMIKU?!! (lilynn)
  • Harmoni Dalam Empat Hati

Di antara gemerlap lampu kristal menara megah milik keluarga Elion dan rintik hujan yang membasahi atap seng rumah Erine, terbentang jurang dunia yang begitu kontras. Elion adalah perwujudan dari kemewahan dan masa depan yang berkilau, sementara Erine hanyalah gadis sederhana yang terbiasa menyembunyikan jemarinya yang kasar karena bekerja keras. Setiap kali mereka bertatapan, Erine selalu dirayapi rasa minder yang hebat. Baginya, berjalan di samping Elion terasa seperti bayang-bayang yang memaksakan diri bersanding dengan matahari. Hingga pada suatu senja di sudut taman kota yang sepi, Erine tertunduk dan berbisik lirih, berusaha melepaskan genggaman tangan Elion. "Kita terlalu berbeda, Elion. Dunia kita tak akan pernah menyatu." Elion menatap manik mata Erine dengan kehangatan yang mampu mencairkan segala keraguan. Ia menggenggam jemari Erine lebih erat, lalu berkata dengan suara selembut angin malam: Cinta itu nggak pernah memandang kasta, Rin. Di mataku, kamu bukan tentang dari mana kamu berasal, tapi tentang ke mana hati ini ingin pulang. Jangan biarkan tembok yang dibuat manusia menghalangi rasa yang dititipkan semesta."

More details
WpActionLinkContent Guidelines