Mean Girls; North Shore High

Mean Girls; North Shore High

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
WpInfo
Fanfic
North Shore High memiliki aturan yang tidak tertulis. Jangan duduk sembarangan di kantin. Jangan percaya rumor yang terlalu spesifik. Dan yang paling penting— jangan pernah mencuri sesuatu milik Regina George. Ketika Cady Heron, siswi pindahan yang canggung namun jenius matematika, masuk ke sekolah paling elit dan paling dramatis di kota, ia tidak menyangka akan diundang masuk ke lingkaran sosial paling berkuasa di North Shore: The Plastics. Dipimpin oleh Regina George yang sempurna, ditemani Gretchen Wieners yang mengetahui semua gosip sekolah, serta Karen Smith yang hidup dalam dimensi berbeda dari manusia biasa, The Plastics menguasai North Shore dengan senyum manis dan reputasi mematikan. Awalnya Cady hanya ingin bertahan. Lalu ia bertemu Aaron Samuels. Masalahnya? Aaron adalah mantan Regina. Dan di North Shore, mantan Regina George tidak pernah benar-benar menjadi mantan. Di antara kompetisi Mathletes, festival sekolah, gosip anonim, perang popularitas, persahabatan yang rumit, dan cinta pertama yang muncul di waktu yang salah, Cady perlahan menyadari satu hal: Mungkin monster terbesar di North Shore bukanlah Regina George. Mungkin monster itu adalah dirinya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor ✓
  • I Want to Live [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Second
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines