Pewaris (bl)

Pewaris (bl)

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
PERINGATAN INI BL. Menceritakan seorang laki-laki bernama Yura Damian Valerie, ia adalah seorang budak yang diberi tugas untuk menggoda satu pewaris keluarga kaya. Ia menjadi budak karena hidupnya yang memang begitu menyedihkan dan miskin, bahkan orang tuanya lah yang menjual tubuh Yura, kepada mafia di kota itu. Namun, mafia itu memanfaatkannya sebagai orang yang menggoda musuhnya. Lalu, di tinggalkan begitu saja, membuat pria yang digodanya putus asa. Dan dengan mudah mafia itu membunuh pria yang sudah di targetkan. Apakah ia lebih memilih kebebasannya daripada cinta tulus yang di berikan pewaris kepadanya? Baca kalau mau tau!
All Rights Reserved
#149
bisexsual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Villain's Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines