Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
baby, it's not rocket science

baby, it's not rocket science

  • WpView
    LECTURES 74
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Chapitres 16
WpMetadataReadTerminé jeu., juil. 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Collège & Université
Les Contraires s'attirent
Comédie Romantique
"Dia Langit." Gadis itu mengangguk mengiakan. "Lo Bumi." Ia mengangguk lagi. "Nggak bakalan pernah nyatu," jelasnya frustrasi. Kali ini, Bumi merenung. Mungkin Yudha benar. "Jadi, balik sama gue aja, ya, Mi?" Bumi tertegun, seakan-akan seseorang baru saja mengatakan bahwa pakaian itu sebenarnya masalah manusia hari ini, kini matanya menatap Yudha dengan tatapan tidak percaya. "Bentar, bentar." Ia mengangkat tangannya. "Kesimpulan lo salah banget ini." "Hah? Kata dosen udah bener." Tubuh Yudha terkesiap. Bumi memutar bola matanya. "Gue bukan dosen lo. Pernyataan lo, soal gue dan Langit itu, tuh, kesimpulannya salah." *** Langit butuh alat bantu mendengar, Bumi butuh alat untuk menghalau suara, telinganya terlalu sensitif. Langit suka warna-warni, menurut Bumi, warna itu overrated; ia bisa hidup dengan warna hitam dan merah. Langit langsung kerja, Bumi kuliah dulu. Langit tidak peduli, Bumi baru saja putus. Langit suka mesin, Bumi suka tubuh manusia, hanya organnya saja. Langit suka manusia, Bumi benci manusia. Begitu saja. Ini bukan rocket science. Yang ribet itu manusia, tetapi indahnya di sana.
Tous Droits Réservés
#60
forcedproximity
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu