⚠️ Update : Senin - Rabu - Jumat - Ahad
"Zina mata pak!"
"Jaga pandangan!"
"Semoga kita nggak ketemu lagi!"
"NANAS!"
Itu Agatha.
Perempuan yang paling keras menjaga jarak dari laki-laki, bahkan sampai mengumpat pakai nama buah ketika emosi. Baru saja diterima magang di perusahaan besar, akhirnya ia bisa mewujudkan wishlist hidupnya satu per satu.
Kerja di tempat bagus.
Gaji pertama.
Hidup mandiri.
Dan mungkin...
Bertemu laki-laki soleh yang selama ini ia kagumi dari jauh.Tapi hidup tidak seindah rencana.Satu kecerobohan kecil membuatnya harus mengganti rugi. Sejak saat itu, hidupnya terus bertabrakan dengan satu orang yang sama.
pria paling menyebalkan yang selalu muncul di saat ia paling tidak siap.
"Saya bayar, Pak."
"Gaji kamu tidak cukup. Jangan memaksakan diri."
"Tapi saya tidak mau punya hutang uang... apalagi hutang budi sama Bapak."
Raka menghela napas, mulai kesal.
"Saya bukan bapak kamu."
Agatha langsung mendongak, spontan.
"Tapi Bapak memang Bapak-bapak!"
Sejak hari itu, hidup Agatha hanya berputar di bayar Hutang. Apa itu Wishlist? tinggal tulisan, hidupnya berubah di luar planning.
Tapi yang paling berbahaya bukan itu.
Melainkan laki-laki itu sendiri, yang selalu muncul di saat ia jatuh, membuatnya kesal, tapi perlahan sulit ia hindari.
Di saat hidupnya belum sempat tenang, pria yang selama ini ia kagumi akhirnya datang membawa satu kalimat yang mengubah segalanya.
"Saya mencintai Anda. Ayo kita menikah."
"...Hah?"
"Saya cemburu."
Di titik itu, dunia Agatha berhenti sesaat.
Pria yang ia anggap sebagai wishlist hidupnya kini berdiri di hadapannya, menyatakan sesuatu yang tidak pernah ia siapkan jawabannya.
Namun di saat yang sama, ada satu nama lain yang diam-diam ikut mengikat hidupnya.
Pria yang tidak pernah ia rencanakan.
Pria yang selalu muncul di saat ia jatuh.
Pria yang membuatnya tidak harus mandiri
Pria yang memperlakukan seakan dia adalah tnggung jawabnya
Wishlist VS Qadarullah
All Rights Reserved